Polres Agam Beri Program Pembelajaran Bahaya Laten Narkoba di SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Ini Respon Siswa

zulabrar, 11 Feb 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Agam -  Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanjung Raya ikuti Program Pembelajaran Bahaya Laten Narkoba dari Polisi Resor (Polres) Agam.

PBLN diikuti sekitar 102 siswa SMP Negeri 1 Tanjung Raya sudah berlangsung sebanyak 5 kali pertemuan di lingkungan sekolah dengan tema bahaya narkoba.

Kapolres Agam, AKBP. Dwi Nur Setiawan, S.IK, diwakili oleh Iptu. Akhiruddin

selaku pemateri, sangat senang atas perhatian serius dari pelajar dan pihak sekolah sudah memberi ruang untuk PBLN di SMP Negeri 1 Tanjung Raya. 

"Bahaya narkoba memang sudah semestinya menjadi perhatian semua pihak, terutama di dunia pendidikan." kata Iptu. Akhiruddin.

Dijelaskan Akhiruddin, "sasaran utama mereka adalah pelajar atau generasi penerus, Tanjung Raya merupakan salah satu target utama peredaran narkoba oleh pengedar di Kabupaten Agam." paparnya.

Dilanjutkan Ketua harian Perbakin Agam ini, "Sosialisasi dan pembelajaran ke sekolah, salah satu langkah pencegahan terbaik, Polres Agam pun secara langsung dapat mengawasi pelaku penyalahgunaan narkoba di sekolah tersebut," tegasnya Akhiruddin. 

Program PBLN disambut baik pihak sekolah, pasalnya, pelajaran tersebut sangat bermanfaat langsung pada kehidupan sehari-hari. 

Dampak buruk dan bahaya narkoba, sudah merebak ke seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, pencegahan dengan pbelajaran ke sekolah sangat penting dilakukan. 

Cindia Ayu Welda, salah seorang siswa yang ikut PBLN,  mengatakan sangat bermanfaat untuk dipelajari, dan harus karena dengan pembelajaran kita bisa mengetahui tentang dampak buruk penyalahgunaan narkoba.

"Kami sebagai pelajar sangat butuh pelajaran ini karena dapat mengetahui bahaya narkoba, jangan sekali-kali mendekati apalagi mencobanya." kata Cindia Ayu Welda.

Ditambahkan Cindia, "dengan pemahaman ini, kami juga bisa mensosialisasikan kepada rekan-rekan lainnya," ujarnya. 

Sementara itu, Rahma Anelia menuturkan pelajaran tersebut sangat senang dipelajari karena telah mendapat memahami bahaya laten narkoba. 

"Narkoba tidak hanya menyengsarakan dan memperbodoh kita, narkoba juga dapat menyebabkan kematian dan cacat seumur hidup." ungkapnya.

Ditambahkan Rahma, "penjara juga ancaman fatal bagi kita sebagai generasi muda.,dan pemahaman ini didapat dari pelajaran yang diberikan oleh bapak Polisi tersebut," sebutnya. 

Iptu. Akhiruddin berharap pelajaran tersebut akan terus berlanjut, sehingga upaya pencegahan bahaya narkoba bisa berjalan dengan baik, Melalui pembelajaran PBLN, pelajar juga dapat menjadi pelopor pencegah bahaya narkoba di lingkungan sekolah dan dilingkungannya.(abrar)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu