Setelah Rohana Kudus, Dinsos Agam Usulkan Inyiak Canduang Jadi Pahlawan Nasional

zulabrar, 13 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

AGAM - Baru-baru ini, tokoh jurnalis perempuan asal Kabupaten Agam, Rohana Kudus dinobatkan Presiden Joko Widodo sebagai Pahlawan Nasional. Meski hanya satu dari empat usulan nama yang dikabulkan, membuat Dinas Sosial Kabupaten Agam tidak patah arang untuk mengajukan putra-putri terbaiknya bisa dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Rahmi Artati, diwakili sekretaris Asrialdi menyebut pihaknya akan mengusulkan satu sosok lagi dari Agam untuk dijadikan Pahlawan Nasional. Sosok tersebut ialah Syekh Sulaiman Ar-Rasuli atau yang lebih akrab dengan sebutan Inyiak Canduang, asal Kecamatan Canduang.

"Pemda Agam juga mengajukan pejuang dari Agam untuk diusulkan sebagai pahlawan Nasional melalui Dinas Sosial yaitu Syekh Sualaiman Ar-Rasuli," ujarnya, Rabu (13/11).

Usulan untuk pahlawan Nasional dinas sosial kabupaten Agam bekerjasama dengan tim Universiatas Negeri Padang (UNP). 

"Kini tim di UNP sedang melakukan penelitian terhadap Inyiak Canduang, setelah selesai baru di usulkan Inyiak Canduang sebagai pahlawan Nasional", ujarnya.

Diceritakan, Sulaeman Ar- Rasuli, merupakan seorang ulama besar dari Minangkabau, lahir di Canduang, Kabupaten Agam pada tahun 1871. Beliau terlahir dari keluarga religius, ayahnya Syekh Muhammad Rasul (angku Mudo Pakan Kamih) seorang ulama terkemuka, dan ibunya Siti Buliah terkenal sebagai perempuan taat beragama.

Sejak mudanya Syekh Sulaiman Ar- Rasul sudah banyak menimba ilmu agama dan adat istiadat, berdasarkan didikan dari kedua orang tua beliau, ditambah pendidikan sekolah agama dalam negeri maupun luar negeri. Setelah menimba ilmu pengetahuan di negeri orang, Sulaiman bertekad untuk mengabdikan diri ke kampung halaman pada tahun 1907.

"Beliau pulang ke tanah kelahirannya dan memulai perjuangannya dalam memperbaiki sistem pengajaran agam dengan kegiatan halaqah di kampung halaman, kegiatan tersebut berkembang dengan pesat hingga murid-muridnya banyak berdatangan dari berbagai penjuru negeri. Hingga pada tahun 1928 halaqah di ubah menjadi Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI)," terangnya.

Selain sebagai ulama, Syekh Sulaiman juga ahli ihwal adat Minangkabau, karena banyak bergaul dengan para penghulu dan para laras yang tergabung dalam Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM).

Masa penjajahan Jepang, Sulaiman pernah ditunjuk sebagai Majelis Tinggi Islam Minangkabau ( MTIM) pada tahun 1943 yang dianjurkan penjajah Jepang untuk melemahkan pengaruh Muhammadiyah dan Perti yang sudah mengakar pada masyarakat. Namun Syekh Sulaiman bisa mengatasinya dengan diplomasi.

Seiring pelemahan terhadap Muhammadiyah dan Perti, diikuti dengan Pembentukan Lasykar Rakyat yaitu Lasykar Muslim oleh Perti, Hizbullah oleh Muhammadiyah, dan  Barisan Sabilillah oleh MITM, Barisan GPII, dan lainnya.Pembentukan Lasykar Rakyat bertujuan untuk lahirnya pasukan pembela Negara Republik Indonesia.

Sebelum wafat pada 1 Agustus 1970, Syekh Sualiman Ar-Rasuli masih tetap mengasuh pada Pesantren Madrasah  Tarbiyah Islamiyah Canduang, dan beliau juga banyak meninggalkan buah pikiran yang dia tulis dalam bahasa Arab dan Jawa-Minang dengan gaya penulisannya layak pujangga, sehingga menghasilkan karya sastra yang bernilai seni yang teridentifikasi sebanyak 22 judul.

Pada tahun 1969 Pemerintah Indonesia menetapkan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan sebagai jasa pada beliau dalam gerakan dibidang pembaharuan pendidikan, agama, serta perjuangan untuk memajukan masyarakat meraih kemerdekaan.

Pada tahun 1975 Gubernur Sumatera Barat menganugerahkan piagam sebagai "Ulama Pendidik" diserahkan langsung kepada ahli warisnya, dan juga beliau memperoleh penghargaan dari Pemerintahan Belanda dan Bintang Sakura dari Pemerintah Jepang.

Berikut 22 judul karya Syekh yang teridentifikasi : 

1. Al-oqwalul Mardiyah fii al-' 'Aqaid ad-Diniyah

2. Al- Qaulul Kasyif fii Radd'ala man i' tiradh'alha Akabir

3. Ibthal Hazzhi Ahlil 'Ashbiyah fi Tahrim Qira'atil Qur'an bi 'Ajamiyah

4. Izaltul Dhalal fi Tahrim Iza' was Su'al

5. Tsamaratul Ihsan fi Wiladati Sayyidil Insan

6. Kisah Muhammad 'Arif: Pedoman Hidup di Alam Minangkabau menurut gurisan Adat dan Syara'

7. Dawa'ul Qulub fi Qishah Yusuf wa Ya'qub

8. Pertalian Adat dan Syara' yang terpakai di Alam Minangkabau Lareh Nan Duo Luhak nan Tigo

9. Kitab Asal Pangkat Penghulu dan Pendiriannya

10. Kisah Mi'raj

11. Kisah Mu'az dan Nabi Wafat

12. Kitab Pedoman Puasa

13. Risalah al-Qoulul Bayan fi Tafsiril Qur'an

14. Tablighul Amanah fi Izalatil Munkarat wasy Syubhah

15. Dha'us Siraj fil Isra'wal Mi'raj

16. Tanbihul Ghafilin fi Wafati Sayyidil Mursalin

17. Al-Aqwalul Washithah fiz Zikri war Rabithah

18. Al-Aqwalul 'Aliyah fi Thariqatin Naqsyabandiyah

19. Jawahirul Kalamiyah fi I'tiqat Ahlussunnah wal Jama'ah

20. Al-Qaulul Bayan fi Fadhilati Lailati Nishf Sya'ban

21. Sabilus Salamah fi Wiridi Sayyidil Ummah

22. Pedoman Islam Tiang Keamanan.

Untuk diketahui, sebelumnya tiga nama usulan nama dari Agam lainnya seperti, Sitti Manggopoh, Abdul Manan, dan Muhammad Saleh Dt. Rajo Pangulu, belum dapat dijadikan sebagai Pahlawan Nasional, karena perjuangan mereka hanya di tingkat kabupaten, juga sudah diusulkan oleh pihak terkait dinas sosial Agam pada awal tahun 2017 lalu.

Sampai saat ini, Agam telah memiliki tujuh pahlawan nasional yaitu, Adenan Kapau Ganai asal Kecamatan Palembayan, Rasuna Said Kecamatan Tanjung Raya, Buya Hamka Kecamatan Tanjung Raya, Abdul Muis Kecamatan Sungai Pua, Agus Salim Kecamatan IV Koto, Abdul Halim Kecamatan Banuhampu dan yang baru Roehana Koedoes Kecamatan IV Koto.(abrar)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu